Langsung ke konten utama

Postingan

Karena Abi Percaya...

Malam semakin gelap, dingin angin menusuk kulit ari menjalar di sela-sela jari sampai ke hati. Lenguh burung hantu menjadi nyanyian malam. Aku terduduk menghadap jendela dengan segelas jahe hangat menatap bulan yang menyabit dari jendela. Beku. Jam dinding menunjukan pukul 22.30 tapi mataku belum mau terpejam, kepalaku penuh memikirkan banyak hal, membuatku mematung memandangi hitamnya langit sendirian. Sampai suara ketukan pintu membuyarkan pikiranku. “Teteh belum tidur? Kenapa jendelanya dibuka?” Tanya Abi dari ambang pintu. “Belum ngantuk Bi” Jawabku pendek, masih dengan segelas jahe ditangan tanpa memalingkan wajah. “Lagi apa sih?” Abi berjalan mendekat dan duduk di atas kasur. “Abi, nafa boleh tanya sesuatu?” tanyaku membalik badan menghadap Abi. “Kenapa teh?” Ada perasaan ragu sebetulnya untuk menanyakan hal ini tapi aku butuh jawaban dari pertanyaan ini secepatnya, aku tidak mau hanyut dalam asumsiku sendiri hanya karena aku tidak punya cukup ny...

14 ke 46

Tidak ada lilin yang menandakan titik usiamu Tidak ada kue bertabur coklat bertuliskan ucapan selamat Bahkan tidak ada gempita terompet atau balon sebagai kejutan, Kau hanya meminta, Kidung terbaik dan rapalan doa terindah yang dilangitkan. Hanya itu. Ummi, Kini usiamu bertambah, itu artinya jatah kehidupanmu di dunia juga berkurang. Ummi, Guratan di wajahmu semakin tegas terlihat, tapi senyummu semakin hangat terasa. Genggamanmu semakin lemah ditangan, tapi kasihmu semakin kuat adanya. Tatapan lensamu semakin kabur, tapi kedamaian semakin jelas terpancar di sana. Ummi, Kau adalah definisi sabar yang nyata yang pernah aku lihat, pengertian atas ketulusan yang baik yang pernah aku dapatkan. Kau adalah ketaatan yang benar dari sosok sorang ibu dan istri yang aku tahu, keteguhan hati yang besar yang pernah aku rasakan. Kau adalah mutiara hidup yang aku miliki. Ummi, Terima kasih atas do’a yang tidak pernah putus dilangitkan hingga detik ini, Te...

Forgiving

  “ When most of us don’t understand the need to forgive, it becomes the type of forgiveness that make us believe what we are doing it for “the other”, usually in return for some rewards” – Michelle Roya Banyak orang yang mengatakan kita harus “memaafkan” semua hal menyakitkan yang hadir, mendekap semua sakit lalu mencoba melupakan. Karena menurut mereka memaafkan itu sama dengan memaklumi dan melupakan. And it’s not a big deal. Duh, maaf aku kurang sepakat dengan itu, memaafkan itu tidak semudah yang dibayangkan, bukan berarti hal yang sulit sekali, hanya memafkan itu membutuhkan waktu. Kalo kata Teh Urfa mah, memaafkan itu merubah cara pandang kita terhadap sesuatu, entah itu peristiwa, atau perilaku seseorang yang tadinya negatif menjadi netral bahkan cenderung positif. Kalau memaafkan adalah output maka harus ada proses, proses disini adalah belajar yang harus dijalani secara alami dan tidak instan. Kemudian ada input, untuk hal ini input terbaik untuk me...

Terima Kasih Yogya

Terima kasih Yogya untuk liburan singkatnya, aku merasa seperti pulang ke rumah. Tidak begitu banyak yang berubah memang, hanya saat ini dirimu semakin panas dan penuh sesak oleh kendaraan roda empat. Apalagi di akhir pekan, jalan raya  tidak hanya di penuhi oleh warga setempat tapi kendaran berplat ibu kota juga ikut memenuhi ruas-ruas jalanan. Macet. Kunjungan kami kemarin tidak hanya memutar memoar antara aku dan kota ini, tapi juga membuat aku mengukir kisah baru di sini, menemukan banyak pemahaman baru, membingkai segala rasa yang bergumul menjadi sederhana, dan siap dengan segala pilihan yang harus diambil. Aku berjanji setelah perjalanan ini aku harus kembali dengan perasaan yang jauh lebih baik. Selama di Yogya, kita tinggal di rumah Budhe Adil, ini kali pertama aku ketemu Budhe, usianya sudah berbilang tujuh puluhan tapi tubuhnya masih sangat bugar. Rumah Budhe ini besar dan bentuknya masih tradisional bahkan lantainya pun masih dari semen lho. Kalo biasanya kesan...

Glimpse of Hope

Life is hard enough, As much as you care you can't destroy yourself for the sake of someone else, You have to make your wellbeing a top priority. Whether that means you'd breaking up with someone you care about, letting go, or removing yourself from situation that feels painful. You have every rights to "leave" and "create" a safer space for yourself. Just smile and say you are Fine, 'cause nobody really cares anyway. If you need to cry, just cry out loud, then forgive after all, and move on. Let your tears water seeds of your future happiness 21 January 20

“Na, how could you survive?”

Untuk beberapa waktu belakangan ini, pertanyaan diatas adalah yang cukup sering aku dapatkan dari beberapa orang terdekat yang mengetahui apa yang sedang aku hadapi. Entah apa yang ada di dalam benak mereka ketika mendengar ceritaku, hingga kalimat itu muncul. Aku bukan mencari perhatian, dukungan atau bahkan belas kasih dari orang lain atas apa yang aku hadapi saat ini. Aku hanya butuh di dengarkan. Menyadari bahwa diri ini adalah sosok yang sulit sekali percaya kepada orang lain untuk sekadar berbagi cerita, maka tidak heran jika hanya beberapa orang sajalah yang bisa dijadikan tempat cerita olehnya. Jika diri ini sudah menemukan bahwa ada orang yang bisa ia jadikan tempat cerita maka pasti dia adalah orang yang berhasil membuat diri ini nyaman dan percaya untuk membagikan ceritanya. Sesiang tadi aku mendapatkan pesan singkat dari seorang teman yang sering sekali menjadi teman untuk bercerita. Dalam pesannya dia bertanya soal keadaanku. Aku jawab bahwa aku (tidak) baik-...

Tamu Tak Diundang

Siapa yang sangka bahwa tempat itu yang akan membuatmu kedatangan tamu yang tak diundang, Siapa sangka bahwa tempat itu yang akan mengantarkanmu pada luka yang menganga saat ini. Siapa yang sangka bahwa tempat itu yang menjadi alasan kau harus menata kembali perasaanmu yang telah hancur berantakan sendirian. Dulu, kau butuh waktu bertahun-tahun untuk menata kembali perasaanmu, kau butuh tahunan untuk merawat luka itu hingga kering dan kau butuh waktu yang tidak sebentar untuk ada dititik berdamai dengan semua luka itu. Tapi, dia datang dengan jumawanya tanpa permisi, masuk kedalam hidupmu menajanjikan banyak hal, menjamin semuanya akan baik-baik saja, dan meyakinkannya berluang kali.