Langsung ke konten utama

Postingan

Staycation di Rumah Sakit

  Me welcomed june by staycation in hospital Gak enak banget ya menyambut awal bulan qadarullah harus masup rumah sakit. Sejak melahirkan kayaknya ini kali ke dua berurusan sama Rumah Sakit. Dulu, waktu Qila usuia 7 bulan gw pernah masuk UGD karena keracunan makanan. Entah makanan yang gw beli siang itu ga bersih atau gw yg gak cocok sama makanannya akhirnya gw masuk UGD disaat  pagi itu oranglain riweuh mau upacara kemerdekaan dan euphoria lomba-lomba. Gw dan ayahnya pagi itu riweuh masup UGD dan bingung anak 7 bulan gabole masup UGD tp gw kudu di temenin untuk masup UGD, alhamdulillah ada tetangga gw yg mau anter dan nemenin gw selama 4jam di UGD (makasi ya mbak  cici) Nah, cerita kali ini awalnya adalah ketika sabtu sore setelah masak makan malem tiba-tiba badan gw gaenak, greges, serasa meriang gitu, pokoknya gaenak deh "Ah, masup angin nih kayaknya " feeling gw saat itu. tapi masih tetep lanjut masak, menu saat itu sop iga, hmmm dah kebayang enaknya makan sop iga pak...

Kamu

Kamu tahu gak sebelumnya aku udah buat tulisan untuk ucapan ini tapi hanya berakhir di draft karena gak selesai-selesai. Jujur aku kehilangan kemampuanku untuk menulis sekarang. Rasanya aku lupa cara untuk menulis, untuk membuat tulisan yang mengalir itu gimana aku lupa. Sedih :(. But its okay I'll try as I can Catatan ini dibuat ketika tetiba aku melihat foto keluarga kita dan memperhatikan senyumku. Lalu, aku teringat ucapan seseorang yang entah siapa tapi aku hafal kalimatnya "Na aku berdoa semoga nanti pasanganmu adalah orang yang selalu mampu buat kamu tersenyum seperti itu"  Aku lupa siapa yang bilang ini tapi saat melihat foto ini aku berulang kali mengucap syukur, bukan karena do'a orang itu yang seolah terkabul tapi aku mengucap syukur karena Allah dengan Maha Baiknya memasangkan kamu buat aku. Dengan segala kurangnya aku, kamu mau sabar terus membimbing si tulang rusuk yang bengkok ini. Tidak mudah pasti kan I know it but you survived. 1825 hari sudah kita m...

Cerita Umroh #1

Dulu sempet mikir kalo umroh itu adalah perjalanan mahal, cuma bisa dilakukan sama orang-orang yang punya uang aja. Makanya, punya impian bisa pergi ke tanah Haram itu kaya mimpi yg perlu effort besar banget.  Aku berani nulis mimpi pengen umroh itu diusia 20an, setelah kerja, setelah bisa punya uang sendiri baru aku berani punya mimpi buat minta sama Allah "Ya Allah aku pengen umroh, gatau kapan waktunya tapi tolong undang aku dalam keadaan terbaik menurutmu" Itu adalah doa yang selalu aku rapal sejak berani bermimpi untuk bisa umroh. Aneh ya? Padahal mimpi itu gratis kan, kenapa harus nunggu kerja dulu baru berani mimpi pengen umroh? Hehe adalah pokoknya Long story short, awal 2025 suami bilang " Tahun ini Bismillah kita umroh yuk" Deg! Freezing sesaat, "Beneran yah? Ada uangnya? Qila gimana?" Tanyaku memburu "Ayah baru bisa cuti akhir tahun, Masih ada waktu buat nabung, Bismillah, Qila di titip ke ummi gmna?" "Kalo akhir tahun mahal yah s...

Menikmati peran

Kesimpulan dari perjalanan di 2024 ini adalah aku menikmati peran-ku saat ini. Iya peranku saat ini yang sebagai hambaNya, istri, ibu dan anak. Tahun ini lebih terasa aku jalani dengan kesadaran penuh dan berusaha bisa memaknai di tiap etapenya. Bukan berarti mulus tanpa ujian, Bukan berarti selalu berwarna tanpa kelabu, Bukan berarti damai tanpa gejolak Bukan, Rasa asam pahitnya ada banget tapi percaya atau tidak aku jauh lebih tenang dan siap menghadapi semua itu. Kalo bahasa kerennya lebih mindful lah karena aku lebih yakin bahwa apapun yang terjadi dalam hidupku adalah atas seizin Allah. Tugasku cukup sabar, Ikhlas dan terus berkhusnudzon atas takdirnya. That’s it. Selain itu di tahun 2024 ini aku juga merasa lebih produktif (as one   of my prayers). Aku mulai isi pelatihan ke sekolah-sekolah lagi, punya agenda tetap setiap minggu diluar halaqah, lebih sering ketemu orang lagi, Alhamdulillah fokusku diluaskan dan itu membuat aku jauh lebih happy, emosiku juga ebih s...

Rasanya menjadi Ibu Toddler

Menjadi orangtua dari toddler itu sungguh nano nano. Gatau harus memberi nama perasaan ini dengan apa karena sungguh nano nano. Bukan mau kemakan sama mitos yang katanya anak usia toddler itu sungguh menguras emosi, dan tenaga. TAPI ITU ADALAH FAKTA (buat gw gatau kalo org lain) Sejak memasuki usia 2 tahun rasanya emosi qile tuh makin menjadi-jadi tapi perkembangan emosi ini dibarengi dengan perkembangan autonomy kalo kata ericson. Jadi Qile tuh mulai apa-apa pengen sendiri, iya oke gapapa karena itu fasenya kan. Cumaaa kalo dia sedang melakukan sesuatu terus susaah, dia akan frustasi dan ngamuk. Disini peran emak dalam membantu regulasi emosi sangat dibutuhkan dan emak ketika menghadapi anak sednag emosyenel itu harus adem bukaaan?? TAPI, perlu di ingat sodara-sodara gak setiap waktu emak-emak itu dalam kondisi emosi yang stabil, ya kan?.  Apalagi ketika si emak di rumah itu ga ada yang bantu, ga ada helper, ga ada mbak, ga ada asisten, you named lah. Gimana rasanya? Sudah barang ...

27 yang ke 3

Sepagi tadi ada whatsapp  masuk dan kurang lebih isinya mengingatkan aku soal tanggal hari ini, lalu di tutup dengan doa-doa baik. Setelah membaca itu senyumku mengembang, "oh ternyata sekarang tanggal 27 ya" , hadeuh baru inget. Maklum deh ga pernah inget tanggal sejak jadi mamak-mamak, yang diinget hari-hari adalah gak jauh dari menu masakan, beres-beres dan bayar-bayar hehe. Alhamdulillah makasi ya allah sudah menyampaikan aku di hari ini, hari dimana tepat 3 tahun sudah pernikahan ini berjalan. Mungkin untuk pasangan lain yang sudah menjalani pernikahan belasan atau bahkan puluhan tahun, usia pernikahan 3 tahun ini belum ada apa-apanya, belum banyak pengalaman dan masih jauuuuhhhhh banget perjalanannya. Iya memang, tapi aku bersyukur allah sampaikan aku di 3 tahun ini yang dimana di dalam perjalanannya sudah ada bumbu-bumbu manis, pahit, asinnya pernikahan. And we made it! Aku mengamini kalo pernikahan adalah salah satu ibadah terpanjang. Karena dalam menjalaninya ...

Kaleidoskop 2022

  Setahun vakum gak nulis apa-apa bukan berarti gue gabut dan gak bisa menceritakan apapun. Tapi, karena tahun 2022 itu nano nano banget buat gue, karena di tahun itu f or the very fisrt time i bacame a mother. Masya allah tabarakallah. Gue jadi Ibooook lho. Sejak dapet predikat itu kehidupan gue berubah gaess. Tolong jangan bayangkan kehidupan gue itu kaya ibu-ibu yang hepi hepi punya bayi, teteuup keliatan flawless , looks so gorgeous . Preetttt, itu sungguh ga ada sama gue. Setelah melahirkan gue justru merasa buluk. Berat badan naik hampir 20kg, begadang tiap malem sama bayi aja (karena setelah lahiran gue LDR sama suami), harus pumping tiap 2 jam, belajar menyusui sampe berdarah-darah, luka gue yang masih basah. Jujur ga ada cakep-cakepnya gue sesudah melahirkan tuh huhu. Bahkan gue ngerasain yang namanya baby blues lho, sungguh itu bukan mitos. Makanya kenapa wanita yang hamil kemudia melahirkan itu butuh banget dukungan dari lingkungan terdekatnya terutama suami. S...

Seperempat Abad

Ternyata satu tahun itu berjalan begitu cepat ya. Aku pikir perjalanan satu tahun itu memakan waktu yang lama. Nyatanya tidak. Waktu satu tahun melesat seperti hanya satu bulan. Banyak peristiwa terjadi, banyak sosok datang silih berganti dan banyak emosi yang hadir mengisi. Tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. I feel so blessed this year. Banyak kejutan yang Allah beri di tahun ini dan banyak nikmat yang Allah turunkan di tahun ini. Sungguh tiada kata terindah selain syukur yang terus di rapal atas segala kebaikan yang DIA turunkan. Alhamdulillah bini’matihi tathimushalhiat. Dimulai dari Allah izinkan diri ini menggenap dengan sosok asing yang tidak pernah bertemu sebelumnya. Lalu, Allah berikan nikmat rasanya membangun cinta yang sesungguhnya dan kini Allah titipkan kehidupan baru yang akan menjadikan kami memiliki peran baru. Sungguh tiada kata terindah selain syukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Alhamdulillah bini’matihi tathimushalhiat. Ah, Allah scenar...

Menggenap

Bismillahirahmanirahim, Halooo teman lembar ceritaa apa kabar? sudah lama juga yaa tidak berbagi cerita, hampir 6 bulan sejak postingan terkahir dimuat dan memang banyak hal terjadi di 6 bulan terkahir   ini. Terutama adanya perubahan status dari single menjadi double, dari sendiri menjadi berpasangan sekarang. cieee. Nah, insya Allah sesuai dengan permintaan teman-teman, di kesempatan kali ini aku mau sedikit berbagi   cerita sekaligus menjawab pertanyaan teman-teman yang kemarin penasaran dengan proses yang aku jalani, dan serba-serbi kehidupan pasca menikah yg kalian tanyakan lewat QnA tempo lalu. Semoga dengan adanya tulisan ini ada secuil manfaat yang bisa teman-teman ambil yaa. Silakan buang yang buruknya. Selamat membaca,   Alhamdulillah bini’matihi tathi mushalihat.. Saat ini statusku sudah berubah dari seorang anak menjadi seorang istri. Tentu banyak sekali hal yang berubah. Dari mulai peran baru, ada tanggung jawab baru, hak yang baru dan suda...

“Menerima” Seni Untuk Hidup Seutuhnya

Sekolah > Lulus > Bekerja > Menikah > Memiliki keluarga. Itu adalah bagian dari siklus kehidupan (yang katanya) ideal di masyarakat, di mana kehidupan berjalan dengan minim hambatan. Seolah semuanya terasa begitu mulus dan sempurna. Apakah benar kehidupan yang ideal itu seperti itu? Tentu saja tidak! Kehidupan ideal menurut orang lain belum tentu ideal untukku. “Ideal”  kata sederhana yang sebetulnya amat bahaya jika dipakai sebagai ukuran dalam menjalani kehidupan ini. Aku korban dari kata ideal ini (dulu). Sejak duduk di bangku SMA dulu, aku cukup dikenal sebagai anak yang idealis. Apapun yang aku lakukan harus berjalan sesuai dengan standarku. Tidak boleh kurang. Aku siap membayar setiap pencapaian yang aku inginkan dengan sebuah usaha yang tidak main-main.  Akhirnya, setiap usahaku itu memang membuahkan hasil. Pencapaian demi pencapaian berhasil aku dapatkan. Keberhasilan itu semakin menguatkan keyakinanku bahwa, untuk mencapai kesuksesan kamu perlu menjadi sos...