Langsung ke konten utama

TENTANG BERTAHAN

Seseorang pernah berbisik padaku bahwa hidup itu harus punya mimpi, karena mimpi itulah yang akan membuatmu memiliki semangat untuk hidup, karena mimpi itulah yang akan membuatmu terus melangkah.


Tapi, dia lupa mengatakan padaku bahwa dalam menggapai mimpi, jalanmu akan begitu berkelok, kau akan menginjak batu, terjerembab, bahkan sampai merasa bahwa mimpimu hanya akan menjadi sebuah semoga.


Berat memang,


Saat semua usaha yang kau kerahkan untuk mengejar mimpimu terasa begitu menyiksa, ketika semua daya yang kau coba untuk menguatkan hati, menguatkan langkah dan bertahan sudah habis, kau begitu ingin sekali berhenti, menyerah dengan semua mimpi itu. Melepaskan mimpi itu pada semoga. 

Nyatanya mimpimu (mungkin) benar-benar hanya akan menjadi semoga.


Maha baik DIA, saat kau berada di titik nadirmu, DIA menggenggamu untuk berdiri, menguatkan kakimu untuk terus melangkah, meluaskan hatimu untuk terus yakin bahwa mimpimu tidak akan berakhir dengan hanya menjadi semoga.


DIA janjikan sebuah niscaya jika kau mau bertahan dengan segala kesulitan yang membelit.

“Karena sesungguh sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.


Terkadang kau lupa setelah semua usaha yang kau lakukan ada kuasa yang jauh lebih besar yang membersamaimu, kepadaNya lah segala upaya kau sandarkan.

Saat kau telah mengerahkan segala upaya yang kau punya, sisanya biar tangan-tangan langit yang bekerja.



Panumbangan, 
12 12 18

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Umroh #1

Dulu sempet mikir kalo umroh itu adalah perjalanan mahal, cuma bisa dilakukan sama orang-orang yang punya uang aja. Makanya, punya impian bisa pergi ke tanah Haram itu kaya mimpi yg perlu effort besar banget.  Aku berani nulis mimpi pengen umroh itu diusia 20an, setelah kerja, setelah bisa punya uang sendiri baru aku berani punya mimpi buat minta sama Allah "Ya Allah aku pengen umroh, gatau kapan waktunya tapi tolong undang aku dalam keadaan terbaik menurutmu" Itu adalah doa yang selalu aku rapal sejak berani bermimpi untuk bisa umroh. Aneh ya? Padahal mimpi itu gratis kan, kenapa harus nunggu kerja dulu baru berani mimpi pengen umroh? Hehe adalah pokoknya Long story short, awal 2025 suami bilang " Tahun ini Bismillah kita umroh yuk" Deg! Freezing sesaat, "Beneran yah? Ada uangnya? Qila gimana?" Tanyaku memburu "Ayah baru bisa cuti akhir tahun, Masih ada waktu buat nabung, Bismillah, Qila di titip ke ummi gmna?" "Kalo akhir tahun mahal yah s...

Menikmati peran

Kesimpulan dari perjalanan di 2024 ini adalah aku menikmati peran-ku saat ini. Iya peranku saat ini yang sebagai hambaNya, istri, ibu dan anak. Tahun ini lebih terasa aku jalani dengan kesadaran penuh dan berusaha bisa memaknai di tiap etapenya. Bukan berarti mulus tanpa ujian, Bukan berarti selalu berwarna tanpa kelabu, Bukan berarti damai tanpa gejolak Bukan, Rasa asam pahitnya ada banget tapi percaya atau tidak aku jauh lebih tenang dan siap menghadapi semua itu. Kalo bahasa kerennya lebih mindful lah karena aku lebih yakin bahwa apapun yang terjadi dalam hidupku adalah atas seizin Allah. Tugasku cukup sabar, Ikhlas dan terus berkhusnudzon atas takdirnya. That’s it. Selain itu di tahun 2024 ini aku juga merasa lebih produktif (as one   of my prayers). Aku mulai isi pelatihan ke sekolah-sekolah lagi, punya agenda tetap setiap minggu diluar halaqah, lebih sering ketemu orang lagi, Alhamdulillah fokusku diluaskan dan itu membuat aku jauh lebih happy, emosiku juga ebih s...

Kamu

Kamu tahu gak sebelumnya aku udah buat tulisan untuk ucapan ini tapi hanya berakhir di draft karena gak selesai-selesai. Jujur aku kehilangan kemampuanku untuk menulis sekarang. Rasanya aku lupa cara untuk menulis, untuk membuat tulisan yang mengalir itu gimana aku lupa. Sedih :(. But its okay I'll try as I can Catatan ini dibuat ketika tetiba aku melihat foto keluarga kita dan memperhatikan senyumku. Lalu, aku teringat ucapan seseorang yang entah siapa tapi aku hafal kalimatnya "Na aku berdoa semoga nanti pasanganmu adalah orang yang selalu mampu buat kamu tersenyum seperti itu"  Aku lupa siapa yang bilang ini tapi saat melihat foto ini aku berulang kali mengucap syukur, bukan karena do'a orang itu yang seolah terkabul tapi aku mengucap syukur karena Allah dengan Maha Baiknya memasangkan kamu buat aku. Dengan segala kurangnya aku, kamu mau sabar terus membimbing si tulang rusuk yang bengkok ini. Tidak mudah pasti kan I know it but you survived. 1825 hari sudah kita m...