Langsung ke konten utama

Kemana Af harus pulang

Pulang adalah hal yang sering membuat siapapun bahagia
Seletih appaun
Serumit apapun urusan mereka
Sepenat appaun rutinitas yg menyita mereka
Saat waktu untuk pulang tiba pasti mereka sellau bahagia
Meski hanya  6 jam saja mereka menikmati kepulangan mereka  “Di rumah”
Mereka pasti bahagia

Dan rumah selalu jadi tempat terbaik untuk pulang
Meski tak pernah ada yang istimewa dari rumah
Cat yang lusuh
Sofa yang sudah tidak empuk lagi
Foto-foto yang kusam
Meja meja yang mulau rapuh
Tapi rumah selalu punya magnet untuk menarik siapapun untuk pulang

Sayangnya tidak untuk Af
Af selalu bahagia jika pulang. Iya
Af selalu merindukan rumah. Iya
Tapi. Af tidak suka suasana rumahnya
Ada saja hal yang mengganggu kebahgiaan Af di rumah
Yang membuat Af selalu ingin segera kembali ke rutinitas membosankannya itu.

Menyedihkan,

, 17 febuari 2015

Disalah satu pojokan kamar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Umroh #1

Dulu sempet mikir kalo umroh itu adalah perjalanan mahal, cuma bisa dilakukan sama orang-orang yang punya uang aja. Makanya, punya impian bisa pergi ke tanah Haram itu kaya mimpi yg perlu effort besar banget.  Aku berani nulis mimpi pengen umroh itu diusia 20an, setelah kerja, setelah bisa punya uang sendiri baru aku berani punya mimpi buat minta sama Allah "Ya Allah aku pengen umroh, gatau kapan waktunya tapi tolong undang aku dalam keadaan terbaik menurutmu" Itu adalah doa yang selalu aku rapal sejak berani bermimpi untuk bisa umroh. Aneh ya? Padahal mimpi itu gratis kan, kenapa harus nunggu kerja dulu baru berani mimpi pengen umroh? Hehe adalah pokoknya Long story short, awal 2025 suami bilang " Tahun ini Bismillah kita umroh yuk" Deg! Freezing sesaat, "Beneran yah? Ada uangnya? Qila gimana?" Tanyaku memburu "Ayah baru bisa cuti akhir tahun, Masih ada waktu buat nabung, Bismillah, Qila di titip ke ummi gmna?" "Kalo akhir tahun mahal yah s...

Menikmati peran

Kesimpulan dari perjalanan di 2024 ini adalah aku menikmati peran-ku saat ini. Iya peranku saat ini yang sebagai hambaNya, istri, ibu dan anak. Tahun ini lebih terasa aku jalani dengan kesadaran penuh dan berusaha bisa memaknai di tiap etapenya. Bukan berarti mulus tanpa ujian, Bukan berarti selalu berwarna tanpa kelabu, Bukan berarti damai tanpa gejolak Bukan, Rasa asam pahitnya ada banget tapi percaya atau tidak aku jauh lebih tenang dan siap menghadapi semua itu. Kalo bahasa kerennya lebih mindful lah karena aku lebih yakin bahwa apapun yang terjadi dalam hidupku adalah atas seizin Allah. Tugasku cukup sabar, Ikhlas dan terus berkhusnudzon atas takdirnya. That’s it. Selain itu di tahun 2024 ini aku juga merasa lebih produktif (as one   of my prayers). Aku mulai isi pelatihan ke sekolah-sekolah lagi, punya agenda tetap setiap minggu diluar halaqah, lebih sering ketemu orang lagi, Alhamdulillah fokusku diluaskan dan itu membuat aku jauh lebih happy, emosiku juga ebih s...

Kamu

Kamu tahu gak sebelumnya aku udah buat tulisan untuk ucapan ini tapi hanya berakhir di draft karena gak selesai-selesai. Jujur aku kehilangan kemampuanku untuk menulis sekarang. Rasanya aku lupa cara untuk menulis, untuk membuat tulisan yang mengalir itu gimana aku lupa. Sedih :(. But its okay I'll try as I can Catatan ini dibuat ketika tetiba aku melihat foto keluarga kita dan memperhatikan senyumku. Lalu, aku teringat ucapan seseorang yang entah siapa tapi aku hafal kalimatnya "Na aku berdoa semoga nanti pasanganmu adalah orang yang selalu mampu buat kamu tersenyum seperti itu"  Aku lupa siapa yang bilang ini tapi saat melihat foto ini aku berulang kali mengucap syukur, bukan karena do'a orang itu yang seolah terkabul tapi aku mengucap syukur karena Allah dengan Maha Baiknya memasangkan kamu buat aku. Dengan segala kurangnya aku, kamu mau sabar terus membimbing si tulang rusuk yang bengkok ini. Tidak mudah pasti kan I know it but you survived. 1825 hari sudah kita m...